Sunday, September 30, 2012

Duka Merdeka

Terik menegang di vertikal pelupuk. Peluit gemerincing, selampai menyaingi kibar sang saka. Manusia mengakap kedua ufuk. Simbah langgas berdesing, kau pergi -aku renyang petaka-. Masinis menanda, di jendela lembai sisakan persona Kakanda.

Gotri carik jangat pelindung kepala. Mesiu – keringat – lejar, jadi semerbak wangi. Melebur pitam, menguak prahara. Tekad dan takut Kakanda terganjar, merah saga ganyang pucat suangi! Panglima isyaratkan aba-aba, terup Kakanda hadang muka-murka.

Kakanda beralih kiri rimbun mauz remang dalu. Gamang, menatap sengkarut kejauhan. Selidik magasin -renceh lima peluru-. Telabang, binar lamat tertahan. Panglima bergelagat, Kakanda teriakkan ‘Merdeka-ku!’, di dada tersengat.

Adinda menjerit, bibir si sulung menggarit!

ditulis @KorekApiKayu dalam http://peluruaksara.wordpress.com | Lamunanku

No comments:

Post a Comment