Saturday, September 29, 2012

Memberi Harapan

Waktu sudah muak melihat kita terus bermain perasaan tanpa balasan. Dia tertawa renyah sesekali garing, melihat kita berdua menghabiskan waktu bersama dalam berbagai kesempatan namun tanpa sebuah kejelasan antara aku dan kamu.

Berjalan saja, aku yang selalu menanti senyummu pada setiap pertemuan kita, dan kau yang selalu berlari kecil mengikuti irama detak jantungmu yang kian menghentak saat aku telah berada tepat didepanmu. Pertemuan singkat menjadi kamuflase indah dalam sebuah kenangan yang terus terukir dan diingat, dalam skala sedih dan sesal karena ini menjadi sebuah permainan yang terus berlanjut.

Melihatmu, dan kau pun begitu. Mata ini tidak bisa berbohong seperti yang sering mereka katakan tentang hati yang berbicara melalui sinar mata, begitulah mungkin dengan mataku, dan sepertinya tidak salah jika aku juga melihatnya dari matamu. Binar-binar halus penuh bintang yang seharusnya bisa mengisi malam namun datang di siang hari dan mengajakku bermain disana. Matamu surga rasa bagiku.

Kau ingat bagaimana hujan membantu kita untuk saling mendekat, hujan yang turun sendu di pertemuan malam itu, pertemuan yang seharusnya bukan kita rencanakan tapi mereka dan alam menunjukkan kemampuannya. Berada dekat dipunggungku, hangat menjalar di tengah dingin malam pada tubuh penuh getaran ini, yang mungkin tersamarkan oleh gigil dingin cuaca malam itu. Sepertinya aku mendengar degup itu lagi, degup yang tidak normal dengan ritme cepat, dan itu berasal tepat di belakang punggungku.

Never thought it’ll be this way
and I know I’d never be the same
yeah I know life goes on
but still I’m tryna figure it out
being without you baby
you know it’s killing me to say
I’ll never see your face again or living without you
Girl how am I suppose to lose you baby

Menunjukkan rasa degan gamblang didepan parasmu membuat nyaliku ciut digondol binatang atau serangga. Semuanya hilang begitu saja, hilang dan meninggalkan semu panik penuh kecelakaan fisik berikutnya. Keberanianku memakan hubungan yang tak terucap ini.

Ketakutan sepertinya masih menyelimuti hati ini, hati yang dulu pernah tersayat dengan ketakutanku juga, hati yang mulai terbiasa dengan kesendirian, hati yang belum menemukan kepercayaan diri untuk terbang dan merengkuh bintang dalam balutan awan. Bisakah.

Alasan ku menjadi harapan sepertinya. Tanpa ku sadari kau telah tersakiti untuk ini semua, untuk semua pemberitahuan yang tidak berupa lisan dan tulisan. Begitupun aku, yang menahan aib hati hingga mungkin ....

Semua akan berakhir bahagia atau hanya meninggalkan nestapa menggila.

Rainy days rainy days 
now that you’ve gone far away
my raindrops pouring down my eyes
you know I’ll never be okay
goes fade away fade away
don’t you know I’m missing you
here it slowly falls again
every day and night
as I open my eyes


ditulis @bramadita_ dalam http://langoers.blogspot.com | Rainy Days

No comments:

Post a Comment