
diluar hujan turun dengan derasnya
Deru motor menghiasi alunan sore itu saat memarkir motor di garasi. Garasi sebuah indekos yang ku sewa untuk beberapa minggu kedepan untuk kepentingan perkuliahan semester tua. Magangku sendiri berada kota pahlawan Surabaya,kota yang teramat panas. Tak.. Tak.. Tak.. Suara sepatu kulitku menuju kamar kostanku.
Iya kostanku terletak di lantai 3, lantai paling atas. Dan juga rumah paling tinggi di sekitaran komplek perumahan sini. Tak heran kalau view pemandangan sini lumayan bagus,karena terdapat balkon yang enak untuk duduk - duduk sambil mengamati langit.
sudah seminggu kita tak bertemu
deras hujan sepi malam
iringgi aku berdendang lagu rindu
Setelah ku metakkan barang keperluan magangku, langsung kuraih handuk untuk mandi. Pasti dan pasti lagi antri. Ya sudah kuputuskan untuk duduk di pagar balkon itu tuk sekedar duduk dan mengamati merah senja. Sambil melamun, tersenyum, dan membayangkan masa depan.
Sudah terdengan suara adzan yang indah bersahut - sahutan, pertanda senja yang indah itu sudah selesai dan langsung saja aku memanfaatkan handuk yang sudah terkalung di leherku sejak tadi. Segar badan setelah mandi sore yang lumayan panas juga, ya tidak lain karena ini kawasan pelabuhan. Jadi mandi sore ini sangat menyegarkan badan setelah penat seharian magang di kantor.
inggin ku dengarkan
merdu suaramu
Kuambil sajadah, baju muslim, dan Qur'an. Setelah selesai menjalani rutinitas sebagai muslim, kuambil handphone beserta headset nya. Bergegas menuju balkon senja yang kutinggal tadi. Sambil membuka hp dan mulai menjelajah dunia maya. Lelah surfing, mulailah membuka social media, satu persatu kugeser kursor perlahan berharap ada kamu yang muncul di situ.
Nihil! Ternyata, kulanjutkan terus mencari. Sampai akhirnya ku ketik nick name panggilan kamu di situ. Ada yang baru di kamu malam itu, kamu kelihatan berbeda sekali memajang foto di halaman depan media sosialmu itu. Terkejut dan lalu mulai otakku berimajinasi layakknya kamu berada di depanku dengan penampilan barumu... Sungguh menawan kamu saat itu.
dekat di kupingku
sayang lekat dihatiku
Sambil ku terpesona membayangkan,'ku keluarkan headset dari celana pendekku. Sambil tiduran di pagar balkon dan tetap membayangkanmu mulai kucari lagu yang akan di putar yang seirama dengan hati. KETEMU! Alunan musiknya membuat hati ingin berjoget ria. Pertama dan terus "lagu rindu ~ shaggy dog" kuputar berulang - ulang. Disamping memang saya suka lagu ini dan entah kenapa sangat cocok malam ini dengan irama nadanya.
Sungguh lagu ini membayangkan kamu sangat nyata. Tapi apa daya, 'ku bukan siapa - siapa. Tak pantas untuk mencintamu bahkan merindumu. Seharusnya rasa ini ku buang jauh dan menatap lurus kedepan.
aku rindu...kepadamu...
lagu rindu...kepadamu...
Namun, lirik demi lirik terus mengingatkanku akan kamu. Betapa spesialnya kamu sebenarnya di mataku. Bahkan dengan penampilan barumu yang menambah menawan kamu. Menambah istimewa kamu.
Balkon sore itu menghantarkan perasaan hangatku yang tak kunjung sampai. Semoga terus kamu pelihara hal yang membuatmu tambah menawan itu. Semoga.
karna kita di takdirkan
tuk slalu berdua sayang...
Regards CAB
ditulis @kickbow dalam http://cahyomakibo.blogspot.com
No comments:
Post a Comment