Thursday, September 6, 2012

Just Ask


     Hello, tell me you know
     Yeah, you figured me out
     Something gave it away
     It would be such a beautiful moment
     To see the look on your face
     To know that I know that you know now

R menutup matanya, menikmati lirik lagu yang mengalun pelan dari headsetnya. Sesekali dia melirik jam tangannya, menunggu seseorang memang menjemukan. Dan wanita yang dia tunggu sedari tadi muncul dari ujung koridor rumah sakit, K,seorang dokter ko-ass, sahabat masa SMA-nya. Wanita itu berjalan pelan, dan dibelakangnya seorang pria lain berbadan tegap, menggunakan jas putih khas rumah sakit dengan stetoskop tergantung dilehernya.

K kini berdiri dihadapan pria berheadset tadi, yang kini hanya diam terperangah melihat sahabatnya berdiri berdampingan dengan seorang pria yang bisa membuat banyak wanita tergeletak karena pesonanya (baiklah ini sedikit berlebihan ). Kedua pria bersalaman, detak jantung R menjadi makin tak karuan ketika K bergelayut manja di lengan pria berjas putih, makin jelas, mereka sepasang kekasih.

Berusaha menata hati, R tersenyum, bersikap sebaik mungkin di depan “pria” sahabatnya, setelah berbincang sebentar di koridor, sepasang kekasih ini berpamitan, karena jam istirahat sudah berakhir, R mengangguk pelan, dan memandang dari jauh sahabatnya yang kini berjalan berdampingan dengan seorang dokter muda.

     And baby that’s a case of my wishful thinking
     You know nothing
     Well you and I
     Why, we go carrying on for hours on end
     We get along much better
     Than you and your boyfriend

Setelah terbang selama lebih kurang 6 jam, R hanya menemui kepingan hatinya yang berserakan, padahal di mobil, sudah teronggok boneka beruang besar berwarna coklat, lengkap dengan kartu ucapan, dan satu ikat bunga mawar, R hanya bisa menatap nanar “kejutan” kecil yang dia siapkan dari seminggu lalu, sebelum kepulangannya dari negeri tempat dia menuntut ilmu. Dia dan wanita ini sudah lama bersahabat, pernah bersama menantang hujan, melukis pelangi, mengejar sunset, menatapi kembang api ketika pergantian tahun, menghapus tangis sang wanita, begitu banyak kisah, namun tak juga bibir berucap cinta.

     Well all I really wanna do is love you
     A kind much closer than friends use
     But I still can’t say it after all we’ve been through
     And all I really want from you is to feel me
     As the feeling inside keeps building
     And I will find a way to you if it kills me
     If it kills me

Mengutuki diri sendiri, R mengenang saat-saat “turns friend into lover”, dari sekian ratus kesempatan untuk menyatakan “be my girl ?” lewat begitu saja karena lidah yang terlampau kelu untuk berucap “i love you”. Kini, R hanya bisa mengikuti bayangan sahabatnya yang sudah menemukan “pria”nya, yang tak hanya jadi kekasih, tapi juga telah mengambil posisinya sebagai sahabat.

     How long, can I go on like this,
     Wishing to kiss you,
     Before I rightly explode?
     This double life I lead isn’t healthy for me
     In fact it makes me nervous
     If I get caught I could be risking it all
     Cause maybe there’s a lot that I miss
     In case I’m wrong

Telepon genggamnya berdering, mengejutkannya dari lamunan panjang didalam mobil, nama K berkedip dilayar, “my girl” begitu namanya dikontak..

“hai, R, i’m so sorry, kinda busy today, maybe tomorrow i’ll have time to get you tour in our beloved city, u miss all of it, right ?” wanita itu berceloteh riang, sementara R sibuk menahan diri untuk tetap tenang.

“nope, i think i can go by my self, you should focus on your job now, K, i heard u have hard time, and you… “

R menggantung kalimatnya,

“and me what ?” dari ujung line telepon K mengerenyitkan kening.

“u already had your… man, K, i don’t want to take his time with you…” hati R makin porak poranda mengatakan hal itu, menelan kenyataan pahit, lidahnya makin kelu.

K tergelak, “we can go together if u want.. he’ll be fine R, we can have triple scoop of ice cream, u missed it right ?

     If I should be so bold
     I’d ask you to hold my heart in your hand
     I’d tell you from the start how I’ve longed to be your man
     But I never said a word
     I guess I’m gonna miss my chance again

“i’ll get first plane tomorrow morning, errr.. i hope u’ll be fine, s*it, what just i said ? u’ll be super fine right K ??” R mulai menstarter mobilnya..

“R, you still at parking lot aren’t you ? it’s been 3 hours since we met, and we met just for 10 minutes or something and you wanna leave tomorrow morning, are you ok ?”

“i’m ok” R menjawab pelan, “but my heart doesn’t” sambungnya dalam hati..

Hening selama beberapa saat..  K tahu, ada yang tidak beres dengan sahabatnya.. sebelumnya R sempat berkata akan menghabiskan liburannya selama 3 minggu disini..

“i should be going now, K, take care”

“i know something wrong with you, R, just let me know.. i’ll catch you on the parking lot, wait me”

sambungan telepon terputus, K berlari dari ruang UGD yang berada disudut timur rumah sakit, menemukan parkiran kosong, hanya ada sebuah boneka beruang besar,memeluk seikat bunga mawar beserta kartu ucapan…

All I really wanna do is love you
A kind much closer than friends use
But I still can’t say it after all we’ve been through
And all I really want from you is to feel me
As the feeling inside keeps building
And I will find a way to you if it kills me..

yours,

R


K termangu, memegangi kartu yang berisi lirik lagu Jason Mraz-If its Kills Me, memandangi boneka beruang, seikat bunga mawar..

“all these days, i’ve been waiting you to ask, just ask….but you never did” K berkata lirih..


ditulis @nonayukee dalam http://sebuahcatatan.tumblr.com

No comments:

Post a Comment