Sunday, September 2, 2012

RINDUKU, IBU!



Bandar Lampung, 01 September 2012





Ibu, aku kembali tersudut di ruang sepi. Menyelami arti sendiri. Hanya rindu yang kini mengisi hati. Ketika aku menulis surat ini, aku terhanyut dalam lamunan tentangmu lagi.

Dua puluh tahun, Tuhan tidak mempertemukan kita. Dunia memisahkan kita terlalu lama. Ada banyak waktu, ratusan hari dan ribuan detik yang telah hilang, yang tak kita lewati bersama. Raut wajahmu pun, aku tak mampu lagi membayanginya.

Ibu, kau yang tak mau melihat air mataku jatuh. Kau yang selalu ingin aku menjadi seorang wanita yang tegar. Tahukah kau? Aku sangat merindukan belaianmu, ibu! Harus kepada siapa aku meminta itu? Mereka yang sehangat mentari bisa berada dipelukan ibunya, sedangkan aku yang hampir lupa bagaimana hangatnya pelukanmu.

Ibu, ini aku. Anakmu yang merinduimu lagi dan lagi, berkali-kali. Sudah terlalu lama kau pergi, sudah terlalu lama aku mengharap kau kembali.

Ibu, aku tahu kau tak lagi disisiku. Tapi kuyakin dimanapun kau berada, mata hatimu melihatku, mendoakan ku.

Ibu, aku hanya dapat meneteskan embun kenanganmu kedalam surat ini. Ku biarkan mengalir deras lewat air mata ku. Beribu-ribu doa tertuju hanya untukmu. “Tuhan, sayangi ibuku. Titip ibuku untuk selalu indah disamping-Mu.”

Ibu, jika suatu nanti kita dipertemukan Tuhan, beri aku satu pelukan yang paling menenangkan. Aku resah, gelisah sejak kau tinggalkan. Hanya air mata yang bisa membuat ku bertahan, ketika semua rindu ini hampir tak tertahankan.

Ibu, surat ini tidak akan panjang. Tapi sepanjang lagu ini selalu melantun sendu, menemani sebelum tidurku. Oh Bunda, ada dan tiada dirimu. Kau selalu ada di dalam hatiku.




ditulis @heyiis dalam http://hey-iis.tumblr.com

No comments:

Post a Comment