Kata orang “jatuh cinta itu berjuta rasanya”, tapi kata saya, “jatuh cinta itu berjuta lagunya”. Begitulah yang saya rasakan setiap kali saya sedang tertarik dengan seseorang. Mendadak bermunculan lagulagu, lama dan baru, yang bermunculan di kepala saya. Anehnya, lagulagu yang bermunculan itu berbedabeda sepanjang waktu. Lagu untuk satu orang yang saya taksir dan orang yang saya taksir lainnya biasanya berbeda. Lagulagu itu bukan hanya ada mengiringi, melainkan mendeskripsikan bentuk hubungan yang sedang saya jalani dengan orang tersebut.
Namun, ada beberapa lagu yang kerap kali menjadi soundtrack saat saya sedang jatuh cinta. Salah satunya adalah Singin’ in the Rain yang dinyanyikan Jamie Cullum. Lagu yang merupakan soundtrack film Singin’ in the Rain (1952) ini sudah banyak sekali versi covernya. Saya sendiri pertama kali dengar adalah versi Frank Sinatra. Baru setelah mendengar versi yang dinyanyikan Jamie Cullum-lah saya senang sekali dengan lagu ini.
Lagu Singin’ in the Rain kental sekali dengan nada swing-nya. Sebenarnya tepat sekali dengan mood yang hendak diciptakan lagu ini, yaitu membuai yang sedang jatuh cinta. Namun karena musik swing agak susah beradaptasi dengan telinga, akhirnya baru versi Jamie Cullum yang bernuansa Pop Jazz ini yang membuai hati saya. Dari musik intronya saja, saya sudah bisa merasakan kebahagiaan yang membanjiri orangorang yang sedang jatuh cinta. Dan orangorang yang sedang jatuh cinta, pasti bisa menyetujui betul lirik ini:
“I’m singing in the rain / Just singing in the rain
What a glorious feeling / I’m happy again
I’m laughing at clouds / So dark up above
The sun’s in my heart / And I’m ready for love”
Kirakira lirik itu hendak bilang bahwa saat sedang jatuh cinta, semua jadi positif. Awan gelap tidak lagi galau karena hati orang yang jatuh cinta cerah berseri. Dan di saat itulah, kita sadar bahwa kita sedang jatuh cinta. Bersiapsiap untuk satu kisah cinta baru. Baik atau buruk, kita sudah siap.
Melangkah ke lirik selanjutnya, siapa sih yang tidak pernah melakukan hal ini saat sedang jatuh cinta:
“Let the stormy clouds chase / Everyone from the place
Come on with the rain / I’ve a smile on my face
I’ll walk down the lane / With a happy refrain
Singing, singing in the rain”
Senyumsenyum sendirian sudah jadi kodrat buat orang yang sedang jatuh cinta. Tanpa menarik bibirnya pun, kita bisa merasakan energi kegembiraannya. Lagu ini dari judulnya saja sangat mengkotraskan antara kondisi negatif dengan rasa bahagia. Hujan yang seringkali jadi simbol kesedihan, kegundahan, dan duka cita, di lagu ini disandingkan dengan aktivitas bernyanyi yang identik dengan perasaan senang. Singin’ in the Rain.
Bagian yang paling saya suka dari Singin’ in the Rain versi Jamie Cullum ini adalah bagian Jamie melantunkan ucapan “du du du…du bi da bi da bi du du” dan “la la la la la la la la la la”. Ucapan itu tidak punya arti, namun menjadi tanda bahwa kita sedang bernyanyi. Simbol keriangan saat bernyanyi. Membuat lagu ini hidup. Seakanakan kita sedang berhujanhujanan dan meresapi tetestetes air yang membasahi tubuh kita. Tetestetes air yang memberi energi untuk mencinta.
Lagu Singin’ in the Rain pertama dinyanyikan oleh Doris Eaton Travis tahun 1929. Lagu yang diciptakan Arthur Freed dan Nacio Herb Brown ini diaransemen ulang oleh Jamie Cullum dalam album pertamanya Twentysomething tahun 2003. Tahun 2007, ketika baru memiliki Bayki (sepeda saya), saya senang sekali menyanyikan lagu ini sambil bermain hujanhujanan. Kebetulan sekali, saya membeli Bayki bulan Desember, bulanbulan di mana hujan datang setiap hari. Mungkin karena masih antusias dengan sepeda baru, saya malah senang ketika datang hujan saat bersepeda. Meski saat itu sedang tidak punya kecengan, lagu Singin’ in the Rain kerap terlantun menemani gowesan demi gowesan.
Saya tidak takut bersepedah basahbasah. Saya tidak takut kalaupun jadi sakit nantinya. Yang saya tahu, saya berbahagia dan selalu siap dengan apa yang dilantukan lagu ini:
“And I’m ready for love…”
*) mengenang lagu Singin’ in the Rain – Jamie Cullum
ditulis @omemdisini dalam http://omemdisini.com
No comments:
Post a Comment