Aku tahu aku sudah banyak bertanya padamu. Tapi ijinkan aku bertanya sekali lagi. Lelaki macam apa, sih, yang kamu inginkan? Lelaki yang bagaimana yang kamu mau untuk menjadi teman hidupmu satu saat nanti?
Tidak, aku tidak sedang melakukan survey. Aku sedang berencana untuk menjadi pendamping hidupmu. Maka dari itu, ada baiknya kalau aku persiapkan diriku sejak sekarang. Siapa tahu kriteria yang kamu inginkan bisa aku penuhi. Lebih bagus lagi kalau ternyata aku sudah memilikinya.
Jadi kamu ingin lelaki yang seperti apa?
Yang baik? Aku baik.
Yang pintar? Aku pintar.
Yang sabar? Aku sabar. Sangat sabar. Aku tahu kamu mudah marah.
Yang bagaimana lagi? Yang bisa mengambil keputusan? Aku bisa. Aku tahu kamu tidak suka dengan sesuatu yang tidak terencana. Lain kali kalau kamu tanya kita akan makan di mana, aku tidak akan bilang ‘terserah’.
Apa lagi?
Ah, ya! Aku tidak pandai memberi kejutan. Dan aku tahu kamu benci kejutan. Kamu tidak suka dengan sesuatu yang tidak bisa kamu perkirakan.
Jadi sekarang katakan padaku, kamu ingin lelaki seperti apa? Jangan bilang seperti dia. Lupakan dia! Lupakan mimpi gilamu. Tahukah kamu bahwa ada banyak hal yang kamu lewatkan dengan mencintai dia?
Dia tidak tahu kalau kamu selalu membersihkan bekas mulutmu di ujung gelas dengan tisu setiap kamu selesai minum. Dan semenyebalkan apapun hal itu, kalau kamu tidak melakukannya, aku tahu kalau ada yang salah. Pikiranmu sedang tidak pada tempatnya. Dan aku tidak suka hal itu.
Dia juga tidak tahu kalau kamu tidak suka memakan cheri, kismis, dan segala sesuatu dengan rasa mint, kecuali permen mint. Kamu menganggap es krim, teh botol, biskuit, dan kopi dengan sensasi dingin itu adalah sesuatu yang tidak pada tempatnya.
Dia tidak tahu kalau kamu menamai hardis eksternalmu ‘Chandler Bing’ dan tablet pc-mu ‘Sheldon Cooper’. Aku bertaruh kalau dia tidak tahu bahwa kamu memiliki sebuah gitar dan memakai jam tangan yang kini berusia 10 tahun.
Semenyebalkan apapun kelihatannya, aku sudah terbiasa dengan kamu yang selalu terlihat suram.Hampir di setiap waktu. Dan dia tidak mungkin tahu hal itu karena dia tidak mengenalmu sebaik aku. Dia mungkin hanya mengira kalau kamu sedang PMS, bad mood, atau apa. Ah, dia tidak pernah memandangmu seperti aku!
Dia pasti belum pernah melihat When Harry Met Sally. Film Meg Ryan dan Billy Crystal di tahun 1989. Aku tahu! Aku mengopi film itu diam-diam dari ‘Chandler Bing’. Dia pasti tidak tahu betapa kamu menyukai kisah-kisah romantis dengan latar belakang persahabatan. Betapa kamu (mengutip kalimat temanmu, Kennissa) adalah ‘penganut witing tresno jalaran saka kulino garis keras’. Hahaha.
Tapi kenapa kamu tidak kulino-kulino juga denganku? Aku kurang masuk sedalam apa, sih, di kehidupanmu?
Aku tahu kalau kamu pernah menggemari seorang pemain wayang orang selama 10 tahun! Sejak usiamu tujuh hingga 17 tahun. Tidak perlu kusebut namanya di sini.
Aku tahu nama-nama personel band kesukaanmu: Jascha Richter, Mikkel Lentz, dan Kare Wanscher. Basisnya yang bernama Sore Mandsen keluar sejak lama.
Dan saat ini, saat aku menulis postingan untuk blogku ini, aku sedang mendengarkan Crazy Dream. Ya. Salah satu lagu Michael Learns to Rock.
Tidak, aku masih tidak suka pada band ini. Biasa saja. Tapi lagu ini sangat mengingatkanku padamu. Mulai tentang idolamu selama 10 tahun itu, dan tentang dia!
Ayolah, lupakan dia. Aku tahu kalau melupakan seseorang tidak semudah mendapatkan nilai A untuk mata kuliah Kewarganegaraan. Tapi cobalah. Lihat sekelilingmu (baca: aku). Ada yang lebih memperhatikanmu ketimbang dia (baca: aku). Jangankan memperhatikan, menolehmu saat kalian berpapasan saja tidak! Jangan tanya dari mana aku tahu.
Aku tahu tentangmu lebih dari yang kamu kira. Hal-hal yang kamu ceritakan dan kamu pikir telah aku lupakan, tidak aku lakukan. Aku ingat. Hampir semuanya!
Betapa kamu menyukai kisah cinta beda usia jauh. Kamu suka karakter wayang yang bernama Adipati Karno. Dan aku sekarang mulai baca-baca soal buku wayang, lho. Biar aku nyambung kalau kamu mulai bicara soal wayang dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Sudah satu jam dan hanya lagu Crazy Dream ini yang ada di daftar putarku. Aku mulai membiasakan diri dengan lagu-lagu MLTR. Aku tahu kalau satu saat nanti aku akan selalu mendengarnya di setiap Minggu pagi, saat kita bersantai sambil minum kopi dan membaca koran. Saat aku menjadi suamimu. Dan menjadi ayah dari Pandu, Laras, dan Arimbi (aku bahkan sudah ikhlas kalau anak-anakku nanti kaunamai seperti itu).
Kamu mungkin tidak tahu karena aku belum pernah mengatakannya padamu. Tidak pernah ada kesempatan bagiku untuk mengatakan bahwa aku sayang padamu. Lupakan dia. Ada aku di sini. Aku tidak bisa berjanji untuk selalu membahagiakanmu. But I’ll treat you better than he does.
Why not forget your crazy dream
About a love that can’t exist
‘cause while you dream is so much you miss
You waste a lifetime
So take a chance, and take your shot
No paradise but it’s all we’ve got
And I would try to make your dreams come true
*)diinspirasi dari lagu Crazy Dream - MLTR
Ditulis oleh @yantiamalia dalam http://lialearnstorock.wordpress.com
No comments:
Post a Comment