Sunday, September 16, 2012
ENTAH
Ibu, apa yang harus kulakukan jika rindu kembali memerangkapku?
Aku lelah ditikam perasaan ini, Bu. Aku lelah memendamnya sendirian. Aku ingin, sekali saja, mengetahui bahwa aku pun dirindukan — walau hanya sedikit– oleh dia.
Ibu, lagi-lagi aku terperangkap perasaan ini. Perasaan yang membuat hati dan pikiranku lelah. Perasaan yang kerap membingungkanku. Perasaan yang entah apa namanya.
Aku lelah berharap, Bu. Aku lelah jika pada akhirnya nanti, semua akan sama saja seperti kisah terdahulu. Harapan yang sia-sia. Aku tidak ingin berharap lagi, tapi hatiku memaksaku untuk terus melakukannya. Sembari menanti dia kembali. Menemani hari-hari sunyiku dengan bayangannya.
Ibu, sungguh aku tidak sanggup menahan perasaan ini. Semua memori indah tentang dia kembali menari-nari di pikiranku. Bayangannya menemani kemanapun aku pergi. Aku hanya ingin melupakannya, Bu. Aku hanya ingin berdamai dengan masa lalu itu. Tapi entah kenapa hal itu menjadi 1000 kali lebih sulit dibandingkan dengan saat pertama kali jatuh kepadanya.
Suatu hari nanti, apa mungkin kami bertemu lagi? Sekadar bernostalgia dengan masa lalu. Sekadar melihatnya tertawa saja sudah lebih dari cukup. Tapi, aku tahu, sungguh-sungguh mengerti kalau suatu hari nanti itu tidak akan pernah datang.
Ah, sudahlah. Semua takkan berubah. Aku sudah teramat lelah dengan ini semua. Aku lelah:
sungguh.
Terlebih saat mendengar lantunan lagu Stay Close, don’t Go dari Secondhand Serenade. Aku kalah telak.
Ditulis oleh @ulyauhirayra dalam http://ulyauhirayra.wordpress.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment