“ tapi kamu gak bisa tiba-tiba kaya gini Ka’ sama aku!! “
perempuan yang sangat aku cintai saat ini datang menghampiriku yang sedang menghisap sebatang rokok dengan tergesa-gesa sambil menangis dihadapanku, tubuh mungilnya seakan tak lagi sanggup menopang air mata yang terus saja menetes membasahi wajahnya , beberapa pasang mata yang mulai tertuju pada kami semakin membuatku terpaku . Ah , Tuhan cabut saja nyawa ku sekarang juga daripada aku harus melihatnya menangis seperti ini , lirih ku dalam hati .
seketika aku menarik memeluknya erat, ia mengigil , ia seperti ketakutan dalam dekapan tubuhku yang tak begitu kekar . tuhan berdosanya aku .
Gerimis datang menambah kelu , yang ku tau pelukan ini mungkin akhir dari sebuah waktu , tubuhku kaku , lidahku berat mengucap , aku membisu dalam pelukanya erat .
“ maafin aku , maaf . berenti Ra’ berenti, aku gak bisa liat kamu nangis !! cukup aku sakitin kamu sampe sini aja , aku gak mau terlalu jauh Ra’ . akan semakin rumit nantinya , aku sayang banget sama kamu ngelebihin diri aku . aku yang salah, maaf “
Tak mungkin menyalahkan waktu,
Tak mungkin menyalahkan keadaan,
Kau datang disaat ku membutuhkan mu
Dari masalah hidupku bersamanya
aku amat sangat menyayanginya , Ezra adalah perempuan yang paling berarti untuk hidupku , pertama aku bertemu dengannya saat dia menolongku yang menabrak pembatas jalan dimalam hari , saat itu sudah larut malam dan aku dalam keadaan mabuk setelah menghabiskan 2 gelas absinth , yah saat aku frustasi , aku selalu seperti orang tolol , mengebut dijalan. Saat itu Ezra sedang menuju arah pulang kerumahnya dari tempat ia bekerja , aku tiba-tiba datang menabrak pembatas jalan , yang tak jauh dari arah jalannya, hanya ia yang menolong ku. sejak malam itu, Ezra ku izinkan memasuki kehidupanku, tak ada yang aku tutupi darinya , ia tau semuanya tentang Irma, keluarga ku, bahkan tentang keputusasan ku untuk menikah dengan Irma, aku ingin menyudahi semuanya , aku tak bisa terus-terusan menyakitinya , tidak!! hidupnya masih panjang , aku ingin ia menemukan pasangan yang bukan seorang pengecut seperti aku . biarlah saja seperti ini, aku tak pernah berusaha untuk memperjuangkan keinginanku sendiri demi kebahagianku, jika orang yang berada dipelukanku ini terus bersama ku, aku akan terus menyakitinya . aku tak pernah pantas untuknya . walaupun aku ingin terus bersamanya
Suatu saat pasti kau kan dapatkan
Seorang yang akan dampingin hidupmu
Biarkan ini menjadi kenangan
Dua hati yang tak pernah menyatu
Dan Irma adalah orang yang terlebih dulu ada dihidupku dia sangat mencintaiku, entah apa yang ia lihat dari seorang aku,mungkin karna kita sering bersama, dia teman ku sedari kecil , aku banyak berhutang budi pada kedua orang tuanya sampai hari ini , aku bahkan tinggal bersama Irma dan keluarganya, keluarganya telah sepakat untuk menikahkan aku dan Irma, aku akan selalu mengiyakan apapun keputusan keluarganya, aku sudah tak punya siapa-siapa, aku yatim piatu , keluargakupun tak ada yang peduli denganku , hanya keluarga Irma yang mau menerima ku karna aku adalah anak dari sahabat baik mereka dulu, aku bekerja menjadi staff di perusahaan milik keluarga Irma , lihatlah aku begitu bergantungnya hidupku pada Irma, ingin sekali aku pergi entah kemana , namun hutang budi seperti ini menggerogoti keinginanku, aku selalu frustasi dengan keadaanku sendiri .
terkadang aku benci pada keadaan , menjadikan ku orang paling munafik dan aku tak pernah mengenal siapa diriku sendiri hingga aku bertemu dengannya, dia tak pernah benci pada keadaanku saat aku malah membenci keadaan ku sendiri . aku ingin melindunginya dengan melepaskannya . persetan dengan cinta! Biarkan aku memunafikan diriku sendiri . hingga aku bertemu titik nanti . dan seharusnya aku tak terlalu jauh membawa Ezra masuk dikehidupan ku . aku menyanyanginya karna aku memang amat bisa menyanyanginya bukan karna hutang budi yang harus aku bayar seperti ini .
“ aku anter kamu pulang yah “ aku melepaskan pelukanku , menyeka air matanya dan menarik tangannya , Ezra bergeming , ia diam . tak ingin beranjak .
“ Arka , aku gak mau! Terus kita? “ aku menatap lekat-lekat matanya , lalu mendekat mengecup keningnya , ‘semoga laramu hilang Ra’ , ucapku dalam hati .
“ pulang dulu yuk , udah malem “ aku membujuknya . Dia menggelengkan kepalanya , aku melepaskan jaketku lalu memasangkan ditubuh mungilnya , “ biar kamu gak kedinginan dimotor , udah larut malem gini “ aku membelai rambutnya . aku tidak bisa terus melihatnya seperti ini , aku lemah melihat wajahnya . arrrg tuhaan , apa aku harus bener-benar melepaskannya ?
Aku mulai menstarter motor ku, gagal! Mesinnya masih mati . aku ulang sekali lagi , masih gagal , sepertinya ada yang salah gumamku dalam hati
“ kenapa Ka’ ? “
“ mungkin mesinnya “ aku coba sekali lagi dan kali ini berhasil . “ yaudah yuk , peluk aku yang erat yah “
“ tapi .. kita “
“ udah malem sayang, pulang yah “ aku menyuruhnya naik
Karna larut malam dan jalanan sepi , aku mengemudikan motor Ninja R ku diatas 120km/jam ,
Pikiranku gundah entah kemana , kepalaku penat akan semua yang terjadi hari ini. Tatapanku kosong , dan pasti perempuan yang sedang memeluk punggungku ini menahan lara yang amat sangat. terlihat dari eratnya ia memelukku . sesekali aku memegang tangannya .
Tunggu!! Gumamku dalam hati, ada yang salah sama motor ini , aku gak bisa injek rem , rem nya gak berfungsi , aku mulai panik , kecepatanku masih diatas 120km/jam,
AH SYIIITTT!!! REMNYA BLONG .
Aku gak bisa mengendalikan motor ini . tiba-tiba Ezra mengeratkan pelukannya, aku tak ingin ia tau , aku mulai mngendalikan panik ku , ah Ezra gak pake helm . BANGSAT!! Panik , aku panik setengah mati . aku masih terus mencari jalan . ya tuhan , aku ga mau dia kenapa-kenapa , kita bisa mati konyol . aku berusaha mengendalikan panikku
Aku berfikir tenang, aku mulai memikirikan semua masalah dihidupku dengan keadaan rem blong dan kecepatan 120km/jam . seperti ini kah tuhan jalanku untuk melepaskannya? Aku menyanyangimu sangat Ra’ , aku menyentuh tangannya yang ada dilingkar pinggangku yang memelukiku . ini sudah jalan tuhan sepertinya Ra’ , yang aku mau cuma gak bikin kamu sakit lebih dari ini , kamu udah kasih aku kebahagian Ra’ , aku berucap dalam hati .
Dalam keadaan yang sama , rem blong dan kecepatan motor 120km/jam, aku berbicara padanya .
“sayang , bisa lepasin helm aku , terus kamu yang pake yah”
“ loh, kenapa ? “
“ udah lepasin aja, aku sayang sama kamu , aku mohon dengerin aku yah” akhirnya Ezra melepaskan helm yang ada dikepalaku dan menggunakannya . ia terus saja bertanya .
Aku akan menabrakkan motor ini kepembatas jalan , ah, aku teringat . Tuhan mempertemukan aku padanya dengan cara yang sama seperti aku akan melepaskannya ini . Kenapa dengan cara ini tuhan , KENAPAAAAAA!! Biar aku saja yang menanggung semua salah ku ini semoga helm ini bisa membawanya dalam kehidupan yang lebih baik daripada ikut bersamaku. mungkin ini caraku menebus kepengecutan yang berlindung dalam hutang-budi selama ini, aku akan memperjuangkan hidupku untuk perempuanku ini, aku tersenyum dalam pikiranku, aku pun rindu pada ayah dan ibuku , aku ingin bersama mereka . seandainya aku bisa mengajaknya LO COWO TERTOLOL ARKA, klo lo mikirnya begitu , tidak ! dia harus hidup .
YA TUHAN , BIARKAN IA HIDUP . BIARKAN AKU SAJA YANG MENANGUNG SALAHKU . AKU MOHON. teriak ku dalam hati .
“ aku sayang banget sama kamu Ra’ , sayang banget , kamu harus janji lanjutin hidup kamu demi aku yah , aku gak pernah nyesel untuk sayang sama kamu, maafin aku yang buat semuanya jadi kaya gini Ra’ … “ aku berbicara padanya dengan nada kepasrahanku dan terus memegangi tangannya yang masih melingkar dipinggangku .
“ akuu sayang sama kamu Raa’ …. “ aku mengucapkan kata terakhirku dengan tersenyum
DAN
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!
kami menabrak pembatas jalan .
Semakin ku menyayangimu
Semakin ku harus melepasmu dari hidupku
Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
Kita tak mungkin trus bersama
—
Maafkan aku yang membiarkanmu
Masuk kedalam hdiupku ini
Maafkan aku yang harus melepasmu
Walaupun tak ingin
Akhirnya aku berhenti dititik ini, aku berhasil melepaskannya , TUHAN . aku bersamamu sekarang . dijalanku , pastinya!
Saat jalan hidup tak dapat menempatkan mu dalam keadaan yang kau inginkan. Kau lantas tak harus diam dan tetap berjalan ditempat . Ada orang-orang yang menunggumu diujung jalan sana . Ada yang harus kau perjuangkan untuk hidupmu dan untuk hidup orang yang kau cintai . Dengan cara apa kita mencintai seseorang dengan cara itupun kita akan dicintai ,
Bila melepaskan adalah jalan terbaik , aku akan memilih jalan itu daripada harus diam dan berjalan ditempat yang tak kusukai.
Semakin terasa cintamu
Semakin ku harus melepasmu dari hidupku
Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
Kita tak mungkin trus bersama
I’ll let you go , i’ll let you gooo ..
ditulis @astikaa_ dalam http://astikalestyani.tumblr.com
No comments:
Post a Comment