Sunday, September 9, 2012
Kita Tak Akan Kalah
Rasanya malam-malam kian terasa panjang semenjak tiada lagi sosokmu yang tertangkap retina. Dinginnya pun seakan berlomba menusuk kulit hingga ke tulang tanpa ampun.
Rasanya setiap berada di keramaian, telinga seperti mendengar suaramu. Membisikkan namaku, lalu berkata bahwa kau menyayangi dan akan selalu menjagaku-tepat di telinga kananku-seperti biasa.
Malam-malam sulit sudah kita lalui untuk ke sekian kali. Namun, tetap saja hati ini tak pernah terbiasa. Aku bahkan masih ingat jelas detik demi detiknya saat kaki-kaki menapak; beranjak menjauhkan kita dari masing-masing. Ketahuilah, bahkan jarak seinci pun antara kita aku tak ingin.
Tiada lagi kamu, sayang. Aku telah dipermainkan rindu -berulang kali. Juga telah berkali berontak, agar ia pergi saja. Tapi rindu ini tetap sebesar itu, hingga tak muat dipendam dada.
Atau mungkin ia kurang mengerti bagaimana tersiksanya diri saat ia merajai? Semoga saja sang waktu cepat hantarkan kita pada pertemuan dan di akhirnya kita dapati bahagia dibalik sakitnya menanti.
Aku akan tetap di sini, sayang. Ku pastikan takkan ada bosannya hati karena kita telah sama-sama bermimpi, juga berucap janji. Mungkin aku hanya perlu bersabar. Kau sendiri bilang bahwa kita tak akan kalah.
Kita tak akan kalah.. Pada bermil jarak ini, pada menyiksanya waktu ini.
Jadi katakanlah, kapan kau kembali?
“I need you to be my only one
Even if you a thousand miles away from here
Away from here away from here”
#30HariLagukuBercerita; Don’t Say Goodbye-Ten2Five
ditulis @renimelynda dalam http://renimelynda.tumblr.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment