“Jarak lagi jarak lagi. adakah kendala yang lebih besar untuk tetap mempertahankan sebuah hubungan selain jarak? kupikir kepercayaan lebih penting. apa artinya saling berdekatan dan tangan saling bergenggaman namun hati saling membelakangi. Ayolah, kita telah melewati hal seperti ini berkali-kali. setelah apa yang kita lewati bersama, kamu akan menyerah begitu saja?” tak kuasa aku menahan segala luapan emosi di dada saat mendengar kau ingin mengakhiri semuanya begitu saja
“Justru karena itu. karena aku sudah merasakannya berkali-kali. dan aku tak ingin lagi. kau harus mengerti. aku ini perempuan. butuh sesuatu yang nyata selain hanya pesan singkat dan kiriman berbagai macam bingkisan tanpa ada kau didalamnya. aku butuh seseorang yang hadir disini, saat ini”. diseberang sana, suaramu terisak.
aku mematung menghadap jendela sekian lama. mencerna setiap perkataan yang barusan kau keluarkan. aku tetap tak paham.
“kau tahu, disini aku selalu memikirkanmu. tak ada yang lain. disini aku menguatkan diriku sendiri. aku mencoba sekuat tenaga untuk menghindari segala pengkhianatan. semuanya demi kamu, demi kita” pelan kuturunkan nada suaraku.
lama tak kudengar jawabanmu, hanya sesekali isakan pelan menghela. “Aku disini cemas dengan apa yang kau lakukan dibelakangku. kecurigaanku akan kamu, terlalu menyiksaku. kau tahu, aku begitu takut kehilangan.” pada akhirnya kau bicara.
“apa kau pikir aku tak merasakan hal yang sama. apa kau pikir aku tak takut bahwa suatu hari bisa saja seseorang datang dan memberikan apa yang tak bisa kuberikan. kemudian ia berikan perhatian dan dada yang dijadikan kau sandaran ketika kau sedih. mempersembahkan tangannya untuk kau jadikan genggaman. akupun sama denganmu. aku takut”.
“ya sudah, aku ngerti. kita ganti topik aja ya. maaf kalo tadi aku sedikit berlebihan”. akhirnya kita sepakat untuk mengganti topik yang mengerikan ini, LDR.
***
kita sudah menjalani ini bertahun-tahun. namun kadang kita, kau dan aku. sering tak sadar. jarak hanyalah sebuah angka kilometer yang mempertegas keberadaan, bukan perasaan. aku tahu, dengan ruang berbeda kita tak kan bisa saling bersentuhan. tapi setidaknya pikiran kita saling bertautan bukan? aku harap kau tak kan menyerah. karena untuk mempertahankan sebuah hubungan, tak cukup satu pihak yang memperjuangkan.
Pintar-pintarlah menahan rindu. dan pintar-pintar pula lah mencurahkannya pada sesuatu yang tepat. tuliskan apa yang kau rasakan sayang. dan kirimkan padaku. akan kubaca semuanya sampai kalimat terakhir. sampai tandas semua khayalan di ingatan. dan saat kita bertemu nanti, jangan sisakan sedikitpun ruang untuk kenangan. karena aku tahu, selama apapun kita bertemu. lambaian tangan perpisahan tetap mengundang rindu untuk datang dan menggenang. menunggu ditumpahkan oleh pertemuan-pertemuan. begitulah cara kerja kenangan. selalu ingin diulang.
Aku akan tetap disini, walau sesekali mengunjungi. menunggu saat yang tepat untuk kau kupinang dan kumiliki. sampai saat itu tiba. bersabarlah.
#30HariLagukuBercerita
ditulis @kacang_almond dalam http://kacangalmond.tumblr.com
No comments:
Post a Comment