Sunday, September 2, 2012

Lagu Kebangsaan


Aku dan suami punya lagu kebangsaan.

Well, hingga hari ini kami belum menemukan istilah yang lebih baik daripada “lagu kebangsaan”. :D

Sebagian teman gtalk kami pasti tahu apa lagu yang dimaksud. Sepotong syairnya kami pakai sebagai message gtalk selama bertahun-tahun. Tapi bukan berarti kami sering menyanyikan lagu tersebut selama bertahun-tahun ini. Coba aku bertanya, seberapa sering kamu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya? Yah, mungkin jawabannya hampir sama dengan jawaban pertanyaan seberapa sering kami berdua menyanyikan lagu kebangsaan kami itu. :p

Jika demikian, apakah lagu itu hanyalah simbol belaka?

Hemm, ya tidak juga sih. :)

Dia adalah satu tembang bersyair indah penuh makna. Syairnya merupakan doa dan harapan kami. Menjadikannya sebagai lagu kebangsaan bukanlah agar kami terlihat romantis sebagai pasangan. Big no. Kami hanya menyukai liriknya, merasa ada kebetulan yang elok dan lucu di sana, lalu mencomot sebaris kalimatnya yang paling indah untuk kami jadikan semboyan.

Dan terwujud harmoni.

Versi asli menurut empunya lagu –> dan terwujud harmony. (Hehehe, penting ya Ren dibahas?)

BTW, hubungan kami kok semacam negara begini, yak? Ada semboyan segala. -__-

Awal mulanya, pada suatu siang kami mengobrol via gtalk. Kala itu kami belum menikah. Hasil obrolan: ternyata kami pernah bertemu belasan tahun lalu dalam sebuah even lomba matematika SD tingkat kabupaten. Aku mewakili kecamatanku, dan dia mewakili kecamatannya. Tenang, kami berdua sama-sama kalah kok, hahaha.

Dengan percaya diri yang berlebih, kami menyamakan kisah pertemuan jaman SD dengan sepenggal lirik lagu Harmony milik Padi yang waktu sering sedang sering kami dengarkan. Wah, ternyata kita sudah saling kenal sejak belasan tahun lalu, lho. Lebih dari separuh usia kita, lho. Padahal paling ya cuma berpapasan beberapa detik saja, hahaha.

Aku mengenal dikau
Telah cukup lama separuh usiaku
Namun begitu banyak
Pelajaran yang aku terima

Akan tetapi, yang lebih menarik bagi kami justru adalah lirik selanjutnya. Lirik optimisme bahwa keseimbangan dan keselarasan dapat senantiasa hadir dalam hubungan kami. Keyakinan bahwa perjalanan ini akan berakhir indah, seberat apapun medan yang ditempuh. Eciyeee..

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud harmony

Segala kebaikan
Takkan terhapus oleh kepahitan
Kulapangkan resah jiwa
Karena kupercaya kan berujung indah

Suatu harapan sederhana yang telah menjelma sebagai keyakinan kami. Insya Allah, akan terwujud harmony dan bahagia hingga kakek nenek. Dan semoga menjadi pasangan dunia akhirat. Aamiin. :)





ditulis @fairuzdarin dalam http://fairuzdarin.web.id

No comments:

Post a Comment