Sunday, September 9, 2012

Me Miss You


Merindukanmu bukan lagi menjadi hal baru didalam hidupku.
Aku kini sudah terbiasa merindukanmu tanpa harus berbalas, tanpa harus kamu tau aku sedang merindukanmu :)

Semenjak perpisahan terakhir kita di Bandara International Juanda pagi itu, aku masih menyimpan kata-katamu bahwa kita akan bertemu satu bulan lagi disini, di Surabaya, sepulangnya kamu dari Semarang dan selepas aku mendapat ijin untuk mengambil rehat sejenak dari pekerjaanku di Banjarmasin.

Tadinya aku berpikir bahwa satu bulan adalah waktu yang singkat.
Tiga puluh satu hari itu sebentar.
Aku sangat percaya waktu akan lekas berlalu dan tanggal yang sudah kita sepakati segera datang.
Aku juga sangat percaya, hubungan jarak jauh yang harus kita pilih, yakin bisa untuk aku dan kamu jalani.

Tapi, dalam tiga puluh satu hari itu banyak yang bisa terjadi.

Sembilan hari berjalan semenjak perpisahan terakhir kita di Bandara.
Aku kembali ke Banjarmasin. Kamu berada di Semarang.
Aku disibukkan dengan tumpukan mimpi dan rencana-rencana ketika bertemu denganmu nanti.
Kamu disibukkan dengan rentetan pekerjaanmu yang kemudian aku ketahui bahwa kamu bertemu dengan perempuan lain, seorang gadis yang baru lulus dari Sekolah Menengah Atas.
Aku tidak serta merta mempertanyakan siapa perempuan yang pernah kamu pasang photonya bersamamu di bbm mu. Siapa perempuan yang lebih sering kamu mention di twitter. Bisa jadi hatimu berpaling dengan seseorang.
Aku tidak mau menduga-duga.
Aku masih menunggu bahwa kita akan bertemu ditanggal yang sudah kita sepakati bersama. Barulah aku akan mempertanyakan.

Waktu berjalan seperti yang seharusnya, tanggal yang kita sepakati semakin dekat. Tinggal satu minggu.
Aku memutuskan untuk menghubungi lebih dulu, untuk mempertanyakan bagaimana system pertemuan kita dan dimana.
Lamaaaaaa sekali aku menunggu bbmku dibalas.
Aku memutuskan menelponmu tapi tak diangkat.
Aku berusaha tenang dan berpikir bahwa kamu hanya sedang sibuk dan tidak sempat menjawabku.
Besok paginya aku menerima jawaban darimu melalui bbm bahwa ditanggal yang kita sepakati kamu tidak bisa untuk bertemu denganku karena kamu harus berada di luar kota untuk sebuah acara keluarga.

Sejak itu, semua berubah. Hujan seakan mengguyur hari-hariku yang merindukanmu.
Kamu tidak lagi hangat, tidak pula mempertahankanku.
Kamu tidak mencariku bahkan mungkin kamu tidak pernah menimbang perasaanku.

Semakin banyak hal yang aku lakukan untuk dapat membuatmu melihat bahwa aku masih milikmu, semakin jauh pula kamu dari harapanku.
Aku tidak tau dimana hatimu. Aku tidak mengerti dimana kamu.
Aku tidak pernah tau apa yang menjadikanmu seperti ini terhadapku.
Aku belum sempat bertemu dan menanyakannya padamu.

Bagiku, jarak hanya sekedar lima aksara diantara kita, tapi berhasil membuatmu semakin berjarak dari hidupku.
Satu bulan janji kita kini sudah berganti menjadi satu tahun enam bulan.
Lima ratus empat puluh empat hari yang lalu tepatnya.
Hatiku belum berubah. Masih bekerja tentangmu. Masih merindukanmu.
Sakit memang ketika rinduku menyeruak untukmu, aku tak bisa meredamnya.
Tapi aku membiarkan saja hatiku merindukanmu, menunggu sekali lagi waktu untuk mengantarkanku bertemu denganmu diwaktu yang tepat.

Dedicated to:
Mass yang masih berada di posisi juara dihatiku. :')))


ditulis @nisakinannti dalam http://nisakinannti.blogspot.com

No comments:

Post a Comment