Sunday, September 9, 2012
Nona Minta Putus
“Aku mau putus”
“Lho, kamu kenapa sih non?”
“Kamu budek ya, aku bilang aku mau putus.”
“Kenapa tiba-tiba kamu minta putus? Oh aku tahu, kamu selingkuh ya lalu biar gak ketahuan kamu mau minta putus duluan, gitu?”
“Idih, mutar balik fakta nuduh aku selingkuh biar akhirnya putus dan kamu bisa balikan bareng mantan kamu si Maya kan. Ngaku aja deh.”
“Lho lok jadi bawa-bawa Maya segala?”
“Ngapain bela-belain Maya, berarti benerkan kalo kamu selingkuh sama Maya”
“Apaan sih Non, kamu PMS ya makanya jadi emosian gini? Selingkuh apaan sih?”
“Alah jangan pura-pura bego deh. Pokoknya aku mau putus.” Klik! Telepon terputus.
Hah!! Biyan menghembuskan nafas dengan keras, sambil terus berfikir apa yang sebenarnya terjadi sampai Nona, pacarnya tiba-tiba minta putus seperti itu. Kenapa pula ini semua ada hubungan dengan Maya, mantan pacarnya. Bukan sekali dua kali Nona seperti ini, seringnya berujung mereka baikan lagi karena alasan Nona minta putus sangatlah todak masuk akal. Dua bulan yang lalu alasan Nona minta putus gara-gara Biyan lupa ngasi kabar kalau dia mau main futsal sama teman-teman SMA-nya. Awalnya Biyan memang ragu mau melanjutkan hubungannya jarak jauh dengan Nona jarak Surabaya-Makassar yang paling meragulannya. Ditambah kelakuan Nona yang sangat sensitif.
“Udah selesai telponan bi? pinjam handphone dong, handphone aku mati nih” Bari temanku yang tadinya duduk di depanku berpindah ke sampingku. Aku menyodorkan handphoneku kehadapannya.
“Pinjem ya, eh fouraquare-nya aku log out ya”
“Ngapain di log out segala sih?” Aku menimpalinya
“Yaelah Bi, emangnya aku mau check-in pake akun kamu” “Eh, kemaren ke sini Bi? Bareng Maya?” Bari tersenyum jail menggodaku.
“Maya? Kok jadi ke Maya lagi sih. Tadi Nona sekarang kamu, emang ada apa sih dengan Maya”
“Eits, jangan emosi dulu bos. Nih lo kemaren check-in di Billy’s bareng Maya” aku langsung menyambar handphone yang masih ditangan Bari.
Biyan P @ Billy’s (w/ mays and 5 other)
“Anjrit! Cuma gara-gara ini”
“Eh eh, kenapa Bi?” Bari kaget san hampir menyemburkan minuman di dalam mulutnya. Aku menekan tombol 3 pada handphoneku, speed dial buat Nona. Nomer yang anda tuju sedang diluar jangkauan…. Aarrgg, bukan cuma nomer Nona yang diluar jangkauanku tapi Nona sendiri juga sangat jauh dari jangkauanku. Berkali-kali aku mencoba menghubunginya tapi ini kebiasan Nona yang paling sering dia lakukan kalau kami sedng bertengkar, mungkn bisa berhari-hari dia mematikan handphonenya.
engkau bukanlah segalaku
bukan tempat tuk hentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu
Mungkin saja apa yang dikatakan Ariel dilagu yang sedang di putar di Billy’s ini ada benarnya. Mungkin aku dan Nona sudah tak bisa bersama-sama lagi dan mungkin LDR bukan suatu hubungan yang bisa aku jalani.
ditulis @reerauda dalam http://reerauda.tumblr.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment