Tuesday, September 4, 2012

Rahasia

I think that possibly, maybe I’m falling for you

Yes there’s a chance that, I’ve fallen quite hard over you

I’ve seen the paths that your eyes wander down I want to come too


Bukan hal yang mudah sebenarnya untukku yang pelupa, mengingat kejadian yang telah lama berlalu. Tapi kali ini berbeda. Mengingatmu tak menghabiskan energiku. Kamu selalu ada di permukaan otakku. Mudah ku ingat tanpa ku gali sampai berkeringat.

Waktu itu pukul 10 malam. Pertama kali kita pergi keluar, hanya kita. Sebut saja itu kebetulan, ketidaksengajaan yang membahagiakan, serendipity.

Di sebuah kafe dengan pencahayaan redup. Tempat duduk paling luar saja, pilihmu. Kita masih sama-sama menghindar saat itu. Degup jantung yang mulai tak beraturan, senyum yang selalu mengembang, masih kita sembunyikan.

Kita masih rajin menyimpannya, rapi dalam pikiran masing-masing. Jangan sampai kamu tahu, jangan sampai aku tahu. Sentuhan-sentuhan tak sengaja di meja kafe itu tak bisa menipu kan? Selalu saja ada senyum malu setelahnya.

Satu gelas coffefloat, secangkir superhum kita pesan. Sambil menunggu, banyak cerita dan rahasia terungkapkan. Tapi kita tak membahas tentang cinta, biarkanlah tetap jadi rahasia, dan menjadi kejutan pada akhirnya.

Ada nyaman menggelayuti tubuhku untuk tetap tinggal. Berlama-lama di sana denganmu. Acuhkan waktu, biarkan malam berlalu dan kita akan menemui pagi bersama, pikirku. Tapi ternyata telah ada cerita lain menantimu, bukan hanya tentang kamu dan aku.

Waktu saat bersamamu begitu cepat, setidaknya untukku yang biasanya hidup dengan lambat. Tertawa sambil menepuk pundak sudah jadi hal biasa di satu jam pertama. Setelah dua jam di sana, kita pulang, sambil bergandengan.

Biarkan kita jatuh cinta dengan rahasia.


*) Diinspirasi oleh lagu Falling in Love at a Coffee Shop - Landon Pigg

Ditulis oleh @ul_fh dalam http://hujansenjakopi.tumblr.com

No comments:

Post a Comment