Tuesday, September 4, 2012

Pura - Pura


Cinta itu kamu, kamu itu cinta, bagiku. Bagimu, cinta itu aku, dan itu pura-pura.

Pura-pura bahagia…

Pura-pura sedih…

Pura-pura menyayangi…

Pura-pura memperhatikan…

Pura-pura mengagumi…

Pura-pura menyanjung…

Pura-pura berdosa…

Pura-pura malu…

Pura-pura segan,

dan pura-pura mencintaiku.

Hahaha, konyol…

Aku dan kamu merupakan pemeran utama dalam sandiwara busuk ini. Ini bukan cerita dalam alur yang sama, sejalan… Yang biasa kau sebut cinta itu tadi. Terlalu nyaring, jika dibanding dengan sebuah tong. Bahkan tak lebih pintar, dari mereka yang terlalu banyak omong kosong. Bukan orang hebat namanya, jika tak dapat menundukkan ego yang meraja. Eh, bukankah kau terlalu terampil memainkan hijau, merah, dan kuning borokmu hingga tercipta manipulasi warna membutakan asa?

Hey, cinta…

Aku pun tak sempurna. Sebagai pendengar yang baik, misalnya, untuk semua bualan cinta khayalanmu. Amarah yang terkadang meluap, umpatan seringkali terucap… Seluruh kesabaranku telah kau pangkas hingga akar. Hebat! Kau tukar akal sehatku dengan cintamu.

Ups…

Maaf jika aku berpura-pura terlalu jujur. Menyesal? Pikirkan kembali, aku hanya berpura-pura menyesalinya.

Juga berpura-pura bersedih…

Pura-pura menangis…

Pura-pura tertawa…

Pura-pura bahagia,

dan pura-pura bangga memilikimu.

Hahahahaha… Lantanglah tawaku sekarang. Karena aku tak perlu mencinta, yang artinya berpura-pura sepertimu :)


*) Diinspirasi oleh lagu 1000 Topeng - Sherina


Ditulis oleh @yayajoleisa dalam http://yayajoleisa.tumblr.com

No comments:

Post a Comment