Thursday, September 6, 2012

Rasanya Baru Kemarin


Rasanya baru kemarin.
Tawamu, bahagiamu, cemberutmu, kesalmu mewarnai hidupku.

Rasanya baru kemarin aku mendengar cerita tentang impianmu untuk berkeliling kota Paris.
Melihat dari dekat menara Eiffel yang terkenal, menyusuri sungai Seine, hingga mengunjungi museum De Lourve yang menjadi setting tempat di buku Dan Brown yang pernah kamu baca.
Bahkan kamu berangan-angan bisa bertemu Karim Benzema atau Zinedine Zidane.
Aku hanya bisa tertawa mendengar angan-anganmu.

Rasanya baru kemarin aku melihat kamu kesal karena teman-temanmu lupa hari ulang tahunmu.
Tapi setelah tahu jika mereka hanya berpura-pura, senyummu mengembang.
Kamu bahkan sempat menangis haru melihat banyaknya teman yang datang ke rumah untuk merayakan ulang tahunmu.

Dan rasanya baru kemarin, aku melihatmu terbaring di sebuah rumah yang dipenuhi orang sakit.
Sekujur tubuhmu dipenuhi selang yang dihubungkan dengan sebuah kotak mirip televisi, tapi layarnya tidak menayangkan kartun kesukaanmu melainkan garis-garis hijau.
Kulihat kedua orangtua dan kakakmu berada di sampingmu menahan isak tangis.
Kudengar Ayah bercerita ke Kakak tentang kecelakaan yang kamu alami karena bis yang biasa mengantarkanmu ke sekolah mengemudi dengan ugal-ugalan.
“Dia masih koma sekarang” kudengar Ayah lirih.

Rasanya baru kemarin, gundukan tanah merah menimbunmu.
Memisahkanmu denganku selamanya.
Ingin aku menemanimu disana agar kamu tidak merasa kesepian.
Didalam sana juga pasti gelap. Siapa yang akan kamu peluk untuk menenangkanmu dalam gelap jika tidak ada aku ?

Rasanya baru kemarin kamar ini dipenuhi ceriamu.
Sekarang yang ada hanya kekosongan panjang. Sepi. Hampa.
Tiba-tiba terdengar lagu berbahasa asing kesukaanmu di kejauhan

     Like a shooting star, flying across the room
     So fast so far, you were gone too soon
     You’re part of me, and i’ll never be the same here without you.
     You were gone too soon… 

Rasanya baru kemarin, kamu membeliku dari sebuah toko boneka


ditulis @retnoSionter dalam http://pilong.tumblr.com

No comments:

Post a Comment