Thursday, September 6, 2012

Harus Bagaimana ?


"I'm kinda hesitant to tell you
Should I let you know
I was never really like this before
Need I say more.."

"JADI, LO UDAH SIAP NERIMA PAHIT-PAHITNYA NANTI?!" Aku berteriak-teriak tidak karuan di depan cermin. Meh. Aku jadi mendadak melankolis begini. Saat ini, aku ragu-ragu mau meneruskan perjuanganku atau tidak. Masalahnya, dia, yang aku sukai itu, tidak jelas dalam memberi kepastian.

Lalu, sambil menatap cermin, aku mengeluarkan omongan-omongan tidak jelas tentang segala kemungkinan tentang dia. Inilah, itulah. Plus minus-nya. Baik buruknya. Bibit bebet bobot. Tapi, tetap saja, aku tidak menemukan jalan keluar.

Rasa yang aku miliki semakin lama semakin klise.

Kusumpal telingaku dengan lagu dari iPodku. Dan, seakan iPod-ku mengetahui hal yang menjadi kegundahanku. Tiba-tiba saja, ia memutar lagu A Little Bit dari MYMP. Sudah lama sekali, lagu ini bersarang di iPod-ku. Bahkan, bisa dihitung dengan jari, lagu ini terputar dalam shuffled playlist.

Balik ke topik utama.

"Or, maybe I'm confused when you are near me

I don't know what to do or I should be
There's only one thing in my mind
That's you and me.."

Blah. Kok malah jadi menye-menye gini sih? Kugeleng-gelengkan kepalaku dengan maksud supaya angan tentang kita nanti, bisa segera hilang. Sungguh. Pikiran tentangnya mulai menggangu kerja normal otakku. Berlebihan ya? Ya gitulah.

Perkataannya yang, sebenarnya adalah kode, itu mengusikku. Aku tahu ada beberapa hal yang membuatnya berpikir matang-matang sebelum mengambil keputusan. Namun, tetap saja. Aku rasa, aku diberi harapan yang menggantung. Antara aku harus menunggu ia membuat keputusan itu atau lebih baik pergi saja.

"I'm a little bit of crazy
I'm little bit of a fool
I'm little bit of lonely
I'm little bit of all
I need a cure
Just a little bit of you
And I will fall.."

Sudah lama aku berkomat-kamit di depan cermin. Namun, pencerahan tak kunjung datang. Malah yang datang adalah rindu. Cuma ingin ngobrol sedikit saja. Hal-hal tidak penting menjadi penting untuk kita bahas. Mungkin aku memang sudah kehilangan akal sehatku. Aku mau saja tinggal dalam ketidakpastian. Pilihan yang memang sulit.

Aku ambil telepon selularku. Mengetik pesan. Kemudian, dihapus lagi. Ketik lagi. Hapus lagi. Ketik lagi. Hapus lagi. ARGH. Mau apa sih aku ini? Terkadang aku tidak mengerti mengapa aku seribet ini.

Kuketik lagi pesan untuknya. "Hai.." Kutunggu balasannya dengan harap-harap cemas.

Setelah beberapa menit berlalu, muncul tanda ada pesan masuk. "Hai," balasnya.


ditulis @ndazzle dalam http://plainspokenwords.blogspot.com

No comments:

Post a Comment