Dear kamu,
pernah membayangkan bagaimana rasanya kehilangan orang baik dalam lingkaran kehidupanmu? aku tidak. tapi aku baru saja mengerti, bahwa kehilangan satu orang baik rasanya lebih lebih menyakitkan daripada harus dimusuhi oleh sepuluh orang jahat dalam waktu yang bersamaan. jika harus memilih, lebih baik aku memilih yang terakhir. sayang hidup yang terkadang arogan, tidak mengizinkanku memilih saat ini.
bukan sebuah kebetulan atau paksaan saat aku berniat untuk menjauh dari orang baik yang pernah aku kenal. aku hanya tak bisa berlama-lama sembunyi bersama pura-pura untuk tak mengharapkan dia. kini aku sedang belajar agar tak semua perpisahan harus diakhiri dengan kesedihan. aku hanya ingin berpisah dalam keadaan baik, dan bahagia. walau masih menyisakan kesedihan, tapi bukan luka.
telah lebih dari 800 hari aku menunggu saat perpisahan ini terjadi. dan ketika kesempatan itu datang padaku, aku pun hanya terdiam, mematung. bingung. tapi aku tahu, jika tak hari ini, maka kapan lagi? aku hanya tak ingin lima tahun lagi saat kita bertemu dalam ketidaksengajaan yang telah Tuhan siapkan, aku akan menyesal tak sempat berpamitan di malam yang mungkin tak akan pernah bisa aku lupakan.
dengan segenap hari-hari penantian yang telah aku kumpulkan untuk bertemu hari ini, aku pun mengatakan padamu.
cukup sampai disini. aku tak bisa lagi.
aku bukan menunggu. hanya saja, di setiap hari kemarin aku seperti sedang menanti sesuatu. yang bahkan akupun tak tahu. sampai ketika kamu datang, membawa kembali perasaan yang sama seperti 800 hari yang lalu, aku tahu apa yang sedang aku tunggu. aku seperti tersedot ke dalam kapsul waktu, membawaku ke lorong-lorong yang mengingatkanku pada perasaan hangat yang sama ketika aku terjebak di ruang yang bahkan sang waktu tak ada artinya. saat aku terperangkap bersamamu, ia sudi untuk berhenti berjalan, bahkan duduk mendengarkan kita yang saling bertukar rindu dalam percakapan biasa seorang kenalan.
pertemuan dalam sebaris tulisan yang saling kita kirimkan cukup menyadarkanku, bahwa kamu memang orang baik. yang malam ini akan aku lepaskan dari kenangan yang terus menguntitku. ada segurat senyum yang membuatku tak bisa berkata-kata ketika kamu berkata, ada namaku terselip di setiap doamu. ah kamu memang orang yang layak ditunggu. tak salah jika hatiku telah memilih namamu untuk ia simpan beratus-ratus hari lalu, yang kini hanya bisa aku sebut namanya dalam sujudku.
Tuhan, kini aku tak ingin lagi menentang skenario yang telah Kau siapkan untukku. ku kembalikan hatinya pada-Mu. doaku masih sama, jagalah dia dalam kebahagiaan-Mu. tapi izinkan aku untuk terus menyebut namanya di setiap sujud malamku. janjiku, tak akan lebih dari itu. aku akan sangat berterimakasih pada-Mu untuk pertemuan singkat kami di setiap bait doa yang saling kami kirimkan lewat-Mu.
untuk orang baik yang pernah aku kenal, terimakasih untuk kekuatan yang telah kamu kirimkan lewat doa untukku.
sampai jumpa di kebetulan yang telah Tuhan siapkan untuk kita.
namun jika tak ada hari itu, aku telah cukup bahagia melepasmu dengan segenap kebanggaan aku pernah mengenalmu.
'till then, my prayers are with you.
see you when i see you
dusta jika aku tak ingin bersamamu,
namun aku lebih memilih berjalan menjauh,
biar Dia yang menuntunmu.
ini bukti aku menyayangimu,
sedari aku belum mengenalmu
dan akan terus seperti itu.
ditulis @farfarfarah dalam http://ceritanyafarah.blogspot.com
No comments:
Post a Comment