Monday, September 3, 2012

Sial...


“Di dalam hati ini hanya satu nama

Yang ada di tulus hati ku ingini

Kesetiaan yang indah takkan tertandingi

Hanyalah dirimu satu peri cintaku”


Lagu ini lagi, yang kuputar kesekian kalinya, yang tak pernah bosan kuulang bahkan ketika hanya lagu ini yang kudengar seharian.


 “…Benteng begitu tinggi sulit untukku gapai..”


“Aku ngga bisa terus lanjut sama kamu, Dit.”

“Kenapa?” spontan aku bertanya demikian sambil otakku terus berusaha mencerna kalimat yang ia katakan barusan. Berusaha mencari kemungkinan baik meski aku tahu nampaknya mustahil ada.

“Kita mau sampai kapan berpura-pura baik-baik saja? Mau sampai kapan kita berlaku masa bodoh dengan perbedaan yang kita miliki?”

“Tapi kamu sayang kan sama aku?” suaraku mulai meninggi, sementara kulihat di ujung matanya ada bulir air yang hendak jatuh.

“Dit, sadar! Kita ini beda! Aku sayang sama kamu, tapi aku juga sadar aku ngga bisa sayang sama kamu melebihi sayangku kepada penciptaku!” jatuhlah tetes pertama air matanya. Kuraih tangannya, berusaha menenangkannya.

“Kita hanya berbeda dalam cara memintanya kepada pencipta kita, La.” Aku mencoba mengulur waktu, berusaha menahan hadirnya selama mungkin.

“Aku ngga bisa, lagipula bukankah orang tua kita juga tak saling menyetujui hubungan kita? Doa kita memang sama Dit, namun cara kita berbeda.”

“Tapi…”

“Aku harus pergi Dit, aku yakin kamu pasti mendapatkan apa yang pantas kamu dapatkan. Maafkan aku.” Ia berdiri, berbalik dan berjalan memunggungiku. Di luar kulihat seseorang menjemputnya dengan senyum yang mengembang, senyum kemenangan.


Aku masih ingat dengan jelas percakapan kami semalam, percakapan kami yang memutuskan untuk menyerah.


“Aku untuk kamu,kamu untuk aku.

Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda

Tuhan memang satu, kita yang tak sama

Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi”


Selamat jalan Kaila, doaku terus menyertaimu bersama cinta kita yang mati karena perbedaan.


ditulis @merelakan dalam http://adityaistyana.tumblr.com

No comments:

Post a Comment