Tuesday, September 4, 2012

Teruntuk Kamu


Hati ini kembali tergugah oleh setumpuk luka yang tak kunjung membaik. Aku berbicara pada diriku sendiri bahwa aku kuat. Aku bisa. Aku melupakanmu. Aku memebencimu. Tetapi itu tak semudah yang di ucapkan. Ketika ada suatu hal yang mengingatkanku padamu, pikiran dan hati ini langsung tersedak oleh luka. Kau sungguh menorehkan luka yang amat dalam. Hingga membuatku sulit untuk berpikir jernih. Sudah banyak sekali air mata yang tertumpahkan karenamu. Dan aku dalam keadaan seperti ini sedangkan kamu sedang berada di atas awan, melayang dan terbuai oleh kebahagianmu yang baru, kebahagian yang kau punya dengan cara menyakitiku.

Aku masih melewati setiap hariku dengan adanya dirimu di pikiran dan di hatiku. Aku yakin ini sangat berbanding terbalik dengan dirimu. Tetapi hati yang luka ini selalu menyayangimu, selalu mendoakanmu.

Sungguh, hati ini sangat menyangimu.


*) Diinspirasi oleh lagi Even Now - Nina


Ditulis oleh @ulfathea dalam http://untuk200508.tumblr.com

No comments:

Post a Comment