Saturday, September 15, 2012
Dilema
Kepada Kamu, dari Hati yang Tak Pernah Lelah Menunggu.
Entah sudah berapa keluh yang kau ceritakan tentangnya, untuk kemudian aku yang menenangkanmu.
Entah sudah berapa tangis yang kau tumpahkan karenanya, untuk kemudian aku yang membangkitkan lagi lengkung indah senyummu.
Kadang aku bertanya-tanya pada diri sendiri, apakah aku sanggup terus mendengarkan seluruh ceritamu tentang dia, dan akan selalu tentang dia, bukan tentangku.
Sementara bayangmu saat bersamanya terus memancing air mata iri dan cemburu.
“Malaikat di sampingku mengingatkan tinggalkan dirimu, Setan pun di sampingku menyuruhku untuk bersamamu”
Namun yang aku tahu, cinta memang mesti berkorban.
Pengorbanannya tak terbatas, meski kadang tak terbalas.
Hatiku tak punya kata bosan mendengar keluhmu karenanya.
Hatiku tak kenal kata lelah menampung air matamu karenanya.
“Ku cinta kau.. ku cinta kau.. tapi kau tlah ada yang memiliki. Ku tak bisa.. Ku tak bisa.. tinggalkanmu ataupun bersamamu”
Maaf.. Jangan salahkan aku terus mendoakanmu bersedih karenanya.
Agar kau datang, duduk di sampingku, dan merebahkan kepalamu di pundakku.
ditulis @RiztonRiston dalam http://ungubirumuda.wordpress.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment