Tuesday, September 4, 2012

I ' U

Dear my memory,
Hari ini sudah tidak akan sama lagi, begitu dengan aku, dengan kamu, dan dengan hubungan aku-kamu yang pernah ada di antara aku-kamu.

“I am … I am …
All my bags are packed, I am ready to go,
I am standin’ here outside your door,
I hate to wake you up to say goodbye.”

7 days left to go
Hari itu aku telah menyiapkan untuk perpisahanku. Aku tidak mengatakan kepada sesiapa di luar aku-kamu bahwa aku akan pergi ke suatu tempat yang mungkin tidak jauh, hanya tidak -pernah- mungkin kamu singgahi. Aku merasa bahwa kamu bahkan tidak perlu mengetahui bahwa aku akan benar-benar pergi, yang bahkan aku tidak yakini kepergianku sendiri. Perpisahan, aku-kamu sudah melakukan itu sebelum ini. Namun terasa bahwa selama ini di antara aku-kamu hanya tidak saling sapa, temu pandang, ataupun membalas tatapan mata.
Aku mengemasi semua perasaanku yang berantakan, mengemasi perasaanku yang belum penuh kusampaikan, mengemasi kata ‘maaf’ yang tidak mampu kuucapkan, mengemasi ingatan saat bersamamu, mengemasi bulan-bulan terakhir aku-kamu yang saling beku di musim panas tahun ini. Semua itu telah aku simpan ke dalam koperku, dan aku siap untuk membawa hal itu melangkah menjauhi memenuhi kata perpisahan.
Meski ada getar merayap di tulangku, aku tahu, semua tidak akan sama lagi. Aku tidak mampu lebih lama lagi berdiam diri pada kebekuan musim panas ini.

“But the dawn is breakin, it’s early morn,
The taxi’s waitin’, he’s blowin’ his horn,
Already I’m so lonesome I could die.”


6 days left to go
Sesiapa di luar aku-kamu tidak menyadari, aku berhasil memerankan bahwa aku baik-baik saja, sama seperti hari biasa. Tetapi jauh di hariku, setiap aku menutup pintu kamarku. Huh, betapa lelah aku tertawa seakan-akan aku bahagia. Ternyata perpisahan ini bukan hanya perpisahan aku-kamu, sesiapa di luar aku-kamu pun harus kutinggalkan. Betapa sibuk aku membuat kenangan terakhir yang bahagia di benak sesiapa di luar aku-kamu. Seberat apapun, aku tetap harus pergi meninggalkanmu, bukankah itu juga harapanmu?

“So kiss me and smile for me,
Tell me that you’ll wait for me,
Hold me like you’ll never let me go,

‘Cause I’m leaving on a jet plane,
I don’t know when I’ll back again,
Oh, babe, I hate to go.”


5 days left to go
Meskipun terlambat untukmu, inilah keputusanku. Setiap pribadi bukankah boleh memilih apa yang terbaik, dan mungkin ini yang terbaik untuk aku-kamu. Aku-kamu berpisah hingga titik ini saja. Seperti katamu, “sesiapa di luar aku-kamu tidak harus menyukai aku atau kamu”. Meski aku sedang menyukaimu, aku tidak harus.

“I am …
There’s so many time I’ve let you down,
So many times I’ve played around,
I’ll tell you now, they don’t mean a thing.”


4 days left to go
Di hari yang lain begitu jauh di belakang. Aku marah kepadamu, entah aku marah terhadap diriku sendiri. Saat itu aku hanya ingin lebih lama duduk di sampingmu. Lalu, kamu pergi bersama sesiapa di luar aku-kamu dengan tanpa beban terhadapku. Aku kesal, memakimu, kemudian menyesal. Iya, kini aku menyesal memberikan jarak di hubungan aku-kamu. Emosiku saat itu hanya cemburu, iya, cemburu yang tidak akan kamu mengerti.
Bisakah kamu mengerti, cemburu adalah cinta yang menggebu.

“Every place I go, I think of you,
Every song I sing, I sing for you,
When I come back I’ll wear your wedding ring.”


3 days left to go
Bagaimana bisa aku semudah itu melupakanmu? Bagaimana bisa aku melupakan mimpi esok bersamamu? Bagaimana bisa aku tidak cinta lagi? Hanya ini, aku mencintaimu dengan caraku membiarkanmu bahagia. Kucukupkan kamu bahagia tanpa aku.
Tapi seandai-andai perasaan itu masih untukku, maukah kamu memberiku senyuman terakhir di perpisahan ini.

“Now the time has come to leave you,
One more time, oh, let me kiss you,
And close your eyes and I’ll be on my way.


2 days left to go
Perjalanan panjang menantiku sendirian. Aku melihat langit yang hening. Aku merasa begitu kesepian. Dalam satu sisi hatiku, aku terluka. Sempat ada ragu, namun rumah telah memanggilku pulang. Dan pulang adalah jalan sepiku mencari bahagia untuk diriku sendiri.
Kamu … bahagiakan kenanganku saja.

“Dream about the days to come,
When I won’t have to leave alone,
About the times that I won’t have to say ….”


1 days left to go
Kamu tetap tidak bergeming, menertawakan kelemahanku, dan mengabaikan kesedihan di senyumanku. Kelu kuucapkan, aku akan pergi. Dan kamu tidak bertanya kemana, kapan kembali, atau bahkan mendoakan aku selamat sampai tujuan. Sama seperti biasa, kamu menghapus pesan singkat itu. Dan berpikir bahwa aku sedang bercanda, sedang mencari simpatimu saja.
Pun aku tersenyum perih, kamu masih yang sama.

“But I’m leaving on a jet plane.”

The days to go


Hari itu aku menghilang dari dunia, entah kemana, aku hanya mengikuti sayap yang menyeretku pergi. Tuhan, aku ingin tersenyum dengan bahagia. Bahwa aku bahagia. Aku bahagia. Aku baha …

Tertanda :
Akumu kamuku abcdefghijk.eL-u-v U


*)True story in my life. I & U is the real star who be apart for I-U happiness


Ditulis oleh by @___el dalam http://noteofme.wordpress.com

No comments:

Post a Comment