Tuesday, September 4, 2012

Venice

gondola,
kamu dan aku,
dan seseorang bertopi jerami.
ah ya, abaikan saja dia,
bahasanya yang dimengerti hanya “pizza”.

seperti pizza,
dari seloyang sampai semua dimakan tak bersisa.
perjalanan senja ini,
dari hulu sampai hilir, pasti berakhir.
semua akan habis pada waktunya.
begitu juga cerita kita.

senja ini tak banyak cakap.
sesekali mata kita beradu, meski aku tahu, saat menatapku kadang anganmu entah di mana, begitupun aku.
dan kamu berucap, “kamu percaya ga sama aku? aku sayang kamu, sangat.”
dan aku hanya tersenyum.

penyusuran ini hening lagi.
sampai di sini, seseorang bertopi jerami itu masih kita anggap tak ada.
“kamu mau aku gimana?” kamu bersuara lagi.
akupun kembali tersenyum tanpa jawab.

separuh waktu di gondola ini sunyi,
hanya tangan kita yang gemeretak saling menggenggam erat.
kecupmu di keningku atau aku yang bersandar di bahumu.
walau aku tahu, banyak yang ingin kamu sampaikan.
seperti aku ingin bercerita tentang semua kekecewaanku atas apa yang sudah terjadi di antara kita.
namun yang ada hanya kata-kata yang enggan keluar dari pikiran,
sampai di perhentian.

lalu, seseorang bertopi jerami itu muncul lagi, tersenyum, dihentikan dayungnya,
dia hendak menyampaikan sesuatu,
lantas refleks kumatikan pemutar lagu di tanganku.
dia berkata-kata seperti ini :
“time stays long enough for anyone who will use it.” (leonardo da vinci)

ah ya, senja ini, terasa cepat berlalu,
saatnya petualangan kita untuk selesai.
kamu lantas mengembalikan sebelah headset yang terpasang di telingamu padaku,
sepanjang perjalanan tadi, kita berbagi dengar sebuah lagu: sadis.
lagu untuk masing-masing kita yang mulai meninggalkan dan menanggalkan kita.
waktu untuk kisah kita berakhir,
di sungai venice.
dalam hati masing-masing, bersenandung,

~ hanya aku tempatmu kembali.


*)Diinspirasi oleh lagu Sadis - Afgan

Ditulis oleh @_kamomil dalam http://patetis.tumblr.com

No comments:

Post a Comment