Friday, September 7, 2012

Kemarilah, Dinda..

Hmm.. sudah pagi, Dinda. Baru sejenak sejak aku memejamkan mata. Aku harus berangkat. Doakan aku, Dinda. Hari ini tibalah harinya,kuhadapi Putra Kunti. Ah, aku tak perlu doa. Harusnya melihat wajahmu pun cukup menjadi jimat.

Lihatlah dia, Dinda. Kau pasti tahu maksudku. Kau pasti paham mengapa Ibu Kunti lebih mengagungkannya. Orang boleh bilang kalau aku tiada berbeda darinya. Tapi bahkan Ibu kami sendiri lebih memilih dia. Di mana letak kesamaan itu, Dinda? Mungkin sejatinya malah hanya kau dan Sumbadra yang tahu perbedaan kami. Kalianlah yang terakhir kali mencumbu kami sebelum kami jatuh lelap setiap malam.

Apabila nanti tidak ada lagi kabar dariku, sampaikan pesanku untuk Indraputra. Bahwa tidak ada sedetikpun aku menginginkan kehidupannya. Bahwa harusnya kasih Kunti adalah hakku, aku tidak pernah dan tidak akan menagihnya. Bahwa saat kubentangkan busur panahku padanya, bukan karena ingin kubalas hinaannya padaku semasa kecil, namun karena aku tahu, hal itulah yang dapat aku lakukan untuk menjaga agar perang ini tidak padam, agar angkara murka segera sirna dan dia serta keempat putra Kunti yang lain dapat berdiri di atas hak mereka.

Karena aku tahu, Dinda, dialah musuh terbesar yang akan kuhadapi di akhir hidupku. Akan tiba saat di mana roda kereta kudaku terperosok dan kulupakan semua mantra yang biasa kurapal. Waktu itu semakin dekat.

Sampaikan pada Wresasena bahwa ayahnya sayang padanya. Ingatkan dia untuk menjagamu, saat ada maupun aku tiada. Beri tahu dia, putra-putra Kunti adalah pamannya, suruh dia menghormati mereka. Katakan juga padanya, boleh untuk mengikuti jejak kesombonganku, asal ada yang dapat dia sombongkan.

Ah, Dinda Surtikanti, terompet telah berbunyi. Aku harus berdiri di garda depan. Katakan hal ini pada Wresasena agar dia bisa bangga pada ayahnya. Kemarin sudah gugur Gatotkaca di tanganku. Konta sudah musnah. Aku terjebak siasat mereka. Maafkan aku apabila hal ini tidak membawa kebaikan untukmu dan putra kita.

Kemarilah sesegera mungkin. Ingin kulihat wajahmu sekali lagi. Aku berangkat.

Sigaraning nyawamu,


When you’re far away I dream of the horizon and words fail me
And of course I know that you’re with me, with me
You, my moon, you are with me
My sun, you’re here with me with me, with me, with me


(Time to Say Goodbye - Sarah Brightman dan Andrea Bocelli)


Ditulis oleh @yantiamalia dalam http://lialearnstorock.wordpress.com

No comments:

Post a Comment