Friday, September 7, 2012

Mabuk


Pecah tak tentu arah. Terasa sia-sia. Tanpa tersisa dan sedia pasrah menutup mata.

Oh, itukah surga? Bukan, nyatanya. Itu tumpukan kaleng dan botol bir kosong. Abu rokok, puntung berserakan namun asbak terlihat bersih, bodoh.

Suara melengking tertawa geli melihat kaca.
Oh, itukah aku? Bukan, faktanya. Itu gambaran berlawanan arah biar terlihat sama. Terlalu sibuk menertawakan diri sendiri, lalu lupa diri siapa ini.

Sadari dan mengecam keras, hantam saja kepalaku ini dgn botol. Tusuk perutku dgn pecahan, buat ku sadar!

Aku terlalu lunglai untuk keluar dari pusaran, pusaran komedi putar sesat. Ada aku, alkohol, wanita, rokok dan kebebasan yg berlebihan.

Aku lupa pernah luka.
Lukanya tidak berdarah, namun perih terasa. Didada. Dikepala. Diseluruh sendi dan urat nadi.
Tiada luka akan kudapati. Lagi.

Aku berjanji pada Tuhan untuk lebih kuat lagi dan lagi.
Tak akan aku biarkan apapun cukup dekat dan mampu melukaiku. Apapun. Kapanpun. Bagaimanapun.
Akan kusumbat mataku dgn asbak, pecahan botol, dan bra hitam milikmu. Sampai air ini berhenti mengalir lagi, sampai telaga rona elegi mengering kembali.

Aku pun akan membuka jalan menuju Mars tempat khusus pemimpi yg gila dgn tanganku sendiri. Dgn kakiku sendiri, kalau itu perlu.

Hingar bingar cukup sesaat.

Sampai lelah tertidur berair mata darah, dan bangun dengan tertawa. Ya, yg terkuat adalah dia yg terbangun senyum setelah mengerut simpul layu semalaman.

Aku punya waktuku sendiri. Untuk hidup ataupun mati.

Ku usap mukaku dgn air, kubasuh kering menatap cermin kemudian. Siapakah yg terlihat?

Sial, masih si pemabuk yg tak pernah usai.


*) Di inspirasi oleh lagu Broken Song - Superman Is Dead

Ditulis oleh @vinott_ dalam http://www.junobolang.blogspot.com

No comments:

Post a Comment