Dear kamu,
Awalnya aku berharap kamu membangunkanku dari mimpi buruk.. Tapi ini memang nyata adanya. Kamu meninggalkanku. Demi dia.
Bodohnya aku. Selama ini kamu memujanya dan aku abai akan itu. Kamu sudah memilikiku, itu pembenaranku. Dulu. Dan ketika aku melihatmu bersamanya, duniaku lebur. Kamu bukan milikku lagi.
Sedih. Sakit. Marah. Rindu. Kecewa. Pun kehilanganmu. Kamu ingkar. Apa kurangku? Apa lebihnya dia hingga kamu begitu menghamba? Aku lebih mengenalmu, jauh sebelum kamu bertemu dengannya.
Pedih melihat senyummu kini, kala aku justru terpuruk sendiri. Pilu mengingat semua yang telah lalu. Sekebas itukah hatimu? Hingga tak ingat sedikitpun akan kita dan janjimu?
Sudahlah. Sepertinya aku berharap terlalu tinggi padamu. Walau begitu merindu, aku lepaskanmu. Luka ini akan memudar seiring denyut waktu. Hanya doa mulia terulas. Semoga kamu bahagia.
Bersama Stiletto.
Yang kehilanganmu,
-Wedges-
*) Diinspirasi oleh lagu Aku Yang Tersakiti – Judika
Ditulis oleh @WahyuSN dalam http://wahyusiswaningrum.wordpress.com
No comments:
Post a Comment