Sunday, September 2, 2012

Kesempatan Dari Tuhan


Bus kota jakarta di jam senja memang selalu ramai. Tari sengaja menjemput bus ke terminal untuk berdamai dengan satu tempat duduk saja. Hari ini ia dapat barisan paling belakang, duduk diantara 6 lainnya. Semua terasa begitu biasa sampai seorang pria masuk dan berdiri tepat di depannya. Pria itu basah kuyup, di luar hujan memberinya banyak sentuhan. Tari termangu melihat wajah pria yang sedang menundukan wajah sambil sesekali menggosok rambutnya dengan handuk kecil itu.

bukankah itu kamu? kamu yang setahun lalu bilang mencintaiku saat aku masih bergelut dengan waktu dan masa lalu. kamu yang setiap pagi menaruh secangkir kopi di meja kerjaku. kamu yang tiba-tiba pergi karena berkesimpulan hatiku butuh waktu.

Tari melengoskan wajah ke arah jendela. beruntung pria itu tidak melihatnya. Mungkin ini adalah kesempatan yang dikirim Tuhan. Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk mengakui rasa rindu atau mungkin saja ini akan menjadi akhir dari kepastian yang dulu sempat ditawarkan kepadanya.

Pria dengan kemeja biru panjang yang digulung setengah lengan itu kemudian menangkap mata Tari.

“Tar.. !”

Suaranya masih lembut. aku bisa merasakan sebentar aliran darahku bergerak lebih cepat. bibirku membeku, aku masih diam. Bahkan gerakan refleks bibir seperti senyum pun tak dapat kulakukan.

“Tar ini aku Cahyo, kamu lupa?”

baiklah aku yakin ini kesempatan yang dikirim Tuhan.

“kita turun sini aja yuk!”

aku tahu cinta akan menguatkanku.

Tari berdiri, menarik tangan pria itu untuk turun. si pria hanya tertegun dan mengiyakan ajakan Tari dengan melangkahkan kakinya turun bus. Mereka berdiri di depan toko kue yang sudah tutup.

Cahyo merasa hari ini Tuhan memberikan jawaban atas penantiannya. Gadis yang selama ini ia coba yakinkan untuk memilih dirinya kemudian tersenyum ke arahnya dan melembutkan tatapannya.

“Ternyata aku butuh waktu setahun untuk menyadari bahwa cintalah yang menguatkan aku, dan itu kamu.”

Mereka masih berdiri, tapi kali ini lain, mereka berdiri sambil berpegangan tangan.




ditulis oleh @ijuniastuti dalam http://ijuniastuti.tumblr.com

No comments:

Post a Comment