Sunday, September 9, 2012
Seandainya
Jarak,
Deretan angka yang lancang membuat spasi antara aku dan kamu yang saling menyayangi.
Angka-angka itu diam tidak bergerak, seperti tembok angkuh yang memisahkan dua hati kita yang saling merindu.
Angka-angka itu sombong, jumawa, karena berhasil membuat kita berdua terus membangun tanya kapan kita bisa mengalahkannya.
“Oh Jauh Sekali Rumahmu Kangen Rindu Semua Ada Selalu Ada Untukmu Kekasih”
Rindu,
Perasaan yang selalu datang saat kita saling bertukar pesan singkat ucapan selamat pagi, atau saling mengingatkan untuk tidak lupa makan siang.
Getaran rindu di hati yang terlalu besar ini kadang sampai membuat sesak nafas, melahirkan awan gelap di mataku, kemudian tak kuasa lagi ku tahan air mata ini.
Harapan,
Saat aku menanam mimpi, memupuk asa untuk pertemuan kita selanjutnya dan berharap akan memetik buahnya nanti saat aku bisa kembali memelukmu.
“Seandainya Aku Bisa Terbang kan Ku Gapai Engkau Kekasih dan Ku Peluk Engkau Sungguh Untuk Selamanya”
Ya, Seandainya aku bisa terbang, jarak bukan lagi monster yang menakutkan, memelukmu tak akan sesulit ini, rindu tak akan sesakit ini, dan berharap bertemu denganmu setiap hari tak akan semustahil ini.
“1 Kita + 2 Kota = 3 Kata (LDR = Letih Dilatih Rindu)” – @hurufkecil
ditulis @RiztonRiston dalam http://ungubirumuda.wordpress.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment