Ini alfa tentang kita, lelaki pembenci hujanku.
Ada malam-malam berpikiran skeptis yang kita lalui dengan menimbang-nimbang takaran kemungkinan dan kemustahilan. Batinmu yang menyerah padanya, batinku yang mengingkar adanya.
Sesuatu itu cinta.
Aku tak sesiap itu. Kansnya selalu setengah-setengah—selamat atau hancur. Ah, aku hanya terlalu pengecut, menyembunyikan ketakutan di balik longgokan tanda tanya. Meski intuisi menggiringku menujumu, kaki ini justru berjalan terseret—gontai—mengulur detak waktu. Egoku berasumsi jemu kan membuatmu berlalu. Penggoyah sepertiku tak pantas ditunggu.
”…pourtant quelqu’un m’a dit
Que tu m’aimais encore
C’est quelqu’un m’a dit
Que tu m’aimais encore
Serais ce possible alors?”
Sesampainya di tepi relungmu, nuraniku terperangah. Lenganmu masih merentang menyambut, meski tlah menanti selama itu.
‘Kini kuyakini, hingga nanti, takkan ku lepas dekapku.’
Yang tak menginginkan ada omeganya,
Gadis penikmat hujanmu.
ditulis @beatricearuan dalam http://beatrice-aruan.tumblr.com
No comments:
Post a Comment